Burn Through pada Plat Tipis: Setting Ampere yang Salah

Pernahkah Anda berada di bengkel, mengenakan helm las, dan merasa semuanya berjalan sempurna? Percikan api stabil, suara arc terdengar merdu, namun saat Anda mengangkat topeng, sebuah lubang menganga menatap balik ke arah Anda.
Itulah burn through. Musuh bebuyutan setiap welder, terutama saat berhadapan dengan plat tipis di bawah 2mm.
Dalam dunia pengelasan, plat tipis diibaratkan seperti kertas tisu. Salah sedikit saja dalam memberikan tekanan (atau dalam hal ini, panas), maka strukturnya akan menyerah. Mengapa ini terjadi? Jawabannya seringkali bermuara pada satu panel kontrol: Setting Ampere.
Mengapa Ampere Menjadi “Tersangka Utama”?
Secara teknis, burn through terjadi ketika kolam las (weld pool) menembus seluruh ketebalan logam induk dan jatuh ke bawah. Bayangkan Anda sedang mencoba menulis di atas kertas tipis menggunakan spidol permanen yang sangat basah; jika Anda menekannya terlalu lama atau tintanya terlalu deras, kertas itu akan bolong.
Pada pengelasan, Ampere adalah volume panas.
Jika setting ampere terlalu tinggi untuk ketebalan plat yang dikerjakan:
- Heat Input Berlebih: Energi panas menumpuk lebih cepat daripada kemampuan logam untuk menyebarkannya.
- Penetrasi Tak Terkendali: Busur las menembus melampaui batas bawah plat.
- Gaya Gravitasi: Logam cair yang terlalu encer tidak lagi mampu menahan beratnya sendiri dan akhirnya “runtuh”.
Gejala Sebelum “Bencana” Datang
Sebagai profesional, Anda harus bisa merasakan kapan burn through akan terjadi sebelum lubang itu benar-benar muncul. Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Weld Pool yang Terlalu Lebar: Jika kolam las tiba-tiba melebar tidak terkendali, itu tanda panas sudah jenuh.
- Warna Merah Membara yang Luas: Jika area di sekitar lasan membara merah terlalu lama setelah busur mati, suhu Anda terlalu tinggi.
- Suara Las Berubah: Suara crackling yang stabil berubah menjadi suara “desisan” tajam yang menandakan busur sedang memotong, bukan menyambung.
Tips Profesional: Menjinakkan Ampere pada Plat Tipis
Jangan biarkan plat tipis membuat Anda frustrasi. Berikut adalah strategi yang biasa digunakan para ahli untuk menghindari burn through:
| Teknik | Penjelasan |
| Gunakan Rule of Thumb | Untuk plat tipis, gunakan ampere rendah (biasanya 40-60 Ampere untuk plat 1.2mm) sebagai titik mulai. |
| Travel Speed Lebih Cepat | Jangan berlama-lama di satu titik. Semakin cepat Anda bergerak, semakin sedikit panas yang terserap di satu area. |
| Teknik “Stitch Welding” | Jangan mengelas secara kontinu. Gunakan teknik tack (las titik) atau las pendek-pendek untuk memberi waktu plat mendingin. |
| Gunakan Backing Bar | Tempelkan tembaga atau aluminium di belakang sambungan sebagai “heat sink” untuk menyerap panas berlebih. |
Kesimpulan
Burn through pada plat tipis bukanlah tanda bahwa Anda tidak kompeten, melainkan pertanda bahwa komunikasi antara Anda dan mesin las perlu diselaraskan kembali. Menurunkan ampere bukan berarti memperlambat pekerjaan, justru itu adalah cara tercepat untuk menyelesaikan proyek tanpa harus membuang waktu melakukan tambal sulam pada lubang yang tidak diinginkan.
Ingat, dalam pengelasan plat tipis, less is often more. Panas yang cukup adalah kunci, tetapi panas yang berlebih adalah malapetaka.
Bosan Berurusan dengan Plat Bolong? Saatnya Menjadi Expert!
Memahami teori ampere adalah langkah awal, namun menguasai “insting” las hanya bisa didapat melalui jam terbang dan bimbingan yang tepat. Jangan biarkan burn through merusak reputasi profesional Anda.
Tingkatkan skill Anda ke level berikutnya bersama Welding Hub Indonesia. Ikuti program pelatihan intensif dan raih Sertifikasi Welder Resmi untuk membuktikan bahwa Anda bukan sekadar tukang las, tapi seorang teknisi penyambungan logam profesional.
Untuk informasi jadwal pelatihan terdekat dan pendaftaran, hubungi Kami via Whatsapp 08129-7777-467
Leave a Reply